5 Fakta Menarik Film Mekah I’m Coming

5 Fakta Menarik Film Mekah I’m Coming

Ditipu oleh agen travel haji bagaimanakah rasanya? Eddy (Rizky Nazar) mampu merasakan bagaimana pahit dan kecewanya, setelah mendaftar ke salah satu agen travel haji dan tiba di Jakarta harus terima ditipu oleh agen yang telah ia percayai.

Berangkat karena sang kekasih Eni (Michelle Zuidith) yang akan dijodohkan dengan seorang saudagar kaya oleh orang tuanya, Eddy pun melancarkan aksinya dengan berjanji bahwa dirinya akan naik haji di tahun ini kepada ayah Eni, Pak Soleh. Akhirnya Pak Soleh pun luluh dan menerima pinangan dari Eddy kepada Eni anaknya.

Meski sudah mendapatkan visa kuota haji, nyatanya Eddy harus menunggu selama 10 tahun terlebih dahulu. Ia pun merasa begitu sedih, padahal ayah Eni telah menyetujui hubungannya dengan sang anak. Akhirnya, Eddy pun mendapatkan mukjizat dengan mendaftarkan diri pada sebuah agen travel haji.

Agen tersebut telah memberikan berbagai macam janji padanya, hingga membuatnya percaya diri dan menjual bengkel yang secara turun temurun diberikan padanya yang dijadikan sebagai ladang rejeki. Dengan rasa percaya diri dan berbangga hati, keberangkatan Eddy ke tanah suci pun diantar oleh para tetangganya di desa.

Namun, setibanya di Jakarta, Eddy pun mulai merasa curiga pada agen travel haji yang dipercayainya telah menipu dirinya. Eddy harus merelakan uang dan usahanya tutup, sampai ia pun kebingungan akan berkata apa pada keluarganya dan keluarga Eni. Ia pun harus menunggu waktu sampai dirinya kembali pulang ke desa.

Kisah Eddy yang mengenaskan, akan seperti apa ya kelanjutannya? Sebelum menyaksikan filmnya, baca dulu yuk lima fakta menarik dari film Mekah I’m Coming!

1. Rizky Nazar dan Michelle Zuidith kembali dipasangkan

Setelah berkali-kali dipasangkan dalam berbagai judul sinetron dan juga film, kini Rizky Nazar dan Michelle Zuidith pun kembali dipasangkan dalam sebuah judul film Mekah I’m Coming. Kali ini keduanya akan memerankan sebagai pasangan kekasih dan pasangan suami istri. Akan seperti apa ya kisah dan chemistry keduanya?

2. Film jangka panjang pertama Jeihan Angga

Sebagai sutradara dari film Mekah I’m Coming, Jeihan Angga pertama kalinya menggarap film jangka panjang. Setelah sebelumnya mulai tahun 2011 dirinya hanya menggarap film pendek, tapi di tahun 2020 ini dirinya pun akhirnya memiliki karya film jangka panjang. Meski melalui proses yang panjang dan tak mudah selama proses pembuatan film, tapi dirinya sangat senang dapat dipercaya oleh Hanung Bramantyo selaku produser untuk menggarap film panjang pertamanya.

3. Bergenre komedi

Mungkin untuk kisah tentang penipuan dari agen travel haji, begitu menyakitkan dan mengecewakan para anggota yang ditipu dan juga beberapa pihak ya. Namun, nyatanya lewat film Mekah I’m Coming pun, kisah penipuan dari agen travel haji dibuat secara komedi agar masyarakat mampu menjadikannya pelajaran dan sedikit hiburan.

4. Kepergian salam satu pemerannya, Ria Irawan

Setelah berjuang dengan penyakit kanker kelenjar getah bening dari tahun 2009 lalu dan sempat dinyatakan sembuh pada tahun 2014, rupanya penyakit mematikan tersebut masih ingin menggergoti tubuh Ria Irawab. Dirinya kembali divonis menderita kanker di bulan Maret 2019 dan akhirnya berpulang ke Rahmatullah pada 6 Januari 2020. Namun, dirinya telah turut serta dalam pembuatan film Mekah I’m Coming yang dilakukan semenjak tahun 2019 silam.

5. Tayang awal Maret 2020

Mulai tayang 5 Maret 2020, film Mekah I’m Coming sudah bisa disaksikan di layar lebar.

Sudah siapkah untuk meluncur ke bioskop dengan menyaksikan Mekah I’m Coming? Jangan sampai ketinggalan ya!

4 Fakta Say I Love You, Film Remaja Diadaptasi Dari Kisah Nyata

4 Fakta Say I Love You, Film Remaja Diadaptasi Dari Kisah Nyata

Film Say I Love You menjadi salah satu film yang ikut serta meramaikan industri perfilman Indonesia pada bulan Juli 2019 silam. Kemudian, perilisan film Say I Love You sendiri bertepatan dengan peringatan ‘Coming of Age Day’ di beberapa negara yang merayakannya.

Memiliki genre remaja, film Say I Love You berhasil menjadi salah satu film terfavorit saat penayangannya di bioskop. Cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, baik itu dilihat dari sisi emosional (percintaan, pertarungan batin, emosi yang belum stabil), atau di tinjau dari segi pendidikan, film ini dikemas semenarik dan se’real’ mungkin agar penikmat film mampu ikut merasakan konflik yang terjadi di dalam film tersebut.

Berikut ini beberapa fakta mengenai film ‘Say I Love You’ yang harus kamu tahu.

1. Diangkat dari Kisah Nyata

Film Say I Love You sendiri menceritakan Sheren yang diperankan oleh Dinda Hauw, bersekolah di sekolah yang lokasinya tersudut dan jauh dari bisingnya kota. Walaupun begitu, Sheren tetap berjuang untuk mencapai apa yang diimpikannya, sekalipun banyak rintangan yang harus ia hadapi.

Sheren memiliki tekad untuk membangun dan memperbaiki kondisi sekolah mereka yang sudah rapuh dan perlu banyak perbaikan. Ia di bantu teman – temannya agar sekolah tempat ia menimba ilmu, dapat berfungsi seperti seharusnya.

Walaupun genre film ini adalah remaja, yang biasanya cenderung mengarah ke cerita percintaan, film ini lebih mengedepankan kisah seorang anak yang ingin mengejar mimpinya. Tak bisa dipungkiri film ini ‘cukup berani’ menampilkan kisah dari sisi lain remaja.

Banyak yang tidak tahu bahwa film ini ternyata berdasarkan dari kisah yang nyata. Sekolah yang digambarkan di dalam film adalah SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI). SPI sendiri merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi siswa – siswi yang orang tuanya kurang mampu. Sementara itu, SPI sendiri terletak di Kota Batu, Jawa Timur.

2. Di Arahkan oleh Sutradara yang Profesional

Untuk penggarapan naskah film Say I Love You ditangani oleh sutradara Faozan Rizal. Nama Faozan Rizal sudah banyak di dengar dan tertulis di beberapa credit film Indonesia. Film yang disutradarai olehnya boleh di bilang banyak mendapat perhatian dan feedback positif terhadap film tersebut.

Faozan Rizal sendiri merupakan film yang berjudul ‘Habibie dan Ainun’. Selain itu, beberapa judul film lain yang diproduksi dan menjadi hits antara lain Perahu Kertas, Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah, hingga Sang Pencerah.

3. Riset tentang Film Memakan Waktu Empat Tahun

Untuk mendapatkan hasil film yang bagus, Faozan Rizal sebagai sutradara benar – benear memperhatikan detail yang diperlukan untuk membuat suatu film menjadi menarik untuk di tonton. Faozan Rizal meneliti setiap seluk beluk sekolah SPI.

Oleh karena itu, Faozan Rizal pernah mengatakan bahwa setiap peristiwa atau kejadian yang terjadi di sekolah Selamat Pagi Indonesia dituangkan sebagai ide dalam film ini.

4. Deretan Pemain Muda Memeriahkan Film Ini

Seakan menyesuaikan genre dari film, Faozan juga memilih artis yang sudah mumpuni aktingnya. Ia pun memilih berbagai aktor dan aktris muda Indonesia. Sebut Saja Dinda Hauw, Rachel Amanda, Aldi Maldini, Nadira Octova, Shenina Cinnamon, dan Ashilla Zahrantiara.

Dinda Hauw sendiri meraih popularitasnya saat ia dipercaya memerankan aktris utama dalam film ‘Surat Kecil untuk Tuhan.’ Walaupun mengawali karier sebagai pemain sinetron di ‘Monyet Cantik’ pada tahun 2007, nama Dinda Hauw mulai terkenal dengan totalitasnya untuk menggunduli rambut.

Selanjutnya ada Rachel Amanda yang kini telah beranjak dewasa. Rachel Amanda terkenal lewat perannya sebagai ‘Eneng’. Walaupun kini telah jarang bermain di sinetron, Rachel Amanda tetap tidak kehilangan bakat aktingnya dan berhasil dipercaya berperan dalam film ‘Say I Love You.

Demikian penjelasan terkait beberapa fakta dari film Say I Love You. Semoga membantu ya.

Sinopsis Film Dora and Lost City of Gold

Sinopsis Film Dora and Lost City of Gold

Sinopsis Film Dora and Lost City of Gold – Kenal dengan Dora The Explorer? Kali ini aka nada petualangan Dora namun dalam bentuk live action. Yups, Paramount Pictures dan Nickelodeon Movies merilis Dora and the Lost City of Gold. Dora merupakan salah satu serial animasi Nickelodeon yang menjaring penonton anak-anak dan yang paling aman ditonton untuk anak-anak. Akhirnya, aksi Dora bisa dinikmati di layar lebar. Film besutan James Bobin ini menjanjikan bahwa Dora akan membawa kita dalam nuansa petualangan yang sesungguhnya. Dan tentunya tidak mengecewakan.

Hidup di hutan adalah hal yang paling menyenangkan bagi Dora (Isabela Moner). Namun orangtuanya menginginkan dia untuk pindah ke kota. Ayah Dora (Michael Peña) dan ibunya Dora (Eva Longoria) ingin melanjukan penelitian untuk mencari Parapata, peradapan kota yang hilang. Dan Dora dititipkan ke orangtua Diego di kota. Awalnya Dora tidak ingin, namun akhirnya dia mengikuti keinginan orangtuanya.

Diego sudah bisa beradaptasi baik dengan suasana kota sejak pertama kali dia pindah saat kecil. Sehingga ketika Dora ada di kota dan menunjukkan sikap konyol yang dianggap memalukan, Diego merasa malu. Namun, bukan Dora namanya kalau di putus asa.

Dora harus mendapatkan tertawaan dan sindiran ketika dia berbeda yang yang lainnya ditempat baru. Diibaratkan, Dora adalah sosok kampung di kota. Walaupun dia sudah memiliki kamar yang bagus, dia lebih memilih tidur di luar bersama dengan alam. Apalagi ketika ke sekolah Dora membawa cangkul dan dinamit yang membuatnya harus berurusan dengan pihak keamanan sekolah.

Diego memperingatkan Dora untuk berperilaku normal dan Diego sendiri merasa malu dengan sikap kawan kecilnya itu. Namun bukan Dora kalau langsung putus asa. Dia tipe gadis periang dan selalu berjiwa positif. Tak akan pantang menyerah walaupun tak ada yang mau berteman dengannya.

Ketika sedang ada acara kunjungan museum, Dora diculik oleh kawanan pemburu harta karun bersama dengan Diego, Sammy (Madeleine Madden), dan Randy (Nicholas Combee). Dora pun tahu jika orangtuanya menghilang disebuah tempat bernama Parapata. Kota yang menyimpan harta karun emas. Ia pun ke sana bersama Diego, Sammy, Randy, dan seorang laki-laki yang menagku teman ayah Dora.

Dora dan kawan-kawan memulai petualangan untuk menakhlukkan Parapata, tempat tersebut disebut dengan istilah “the Lost City of Gold”. Bagaimana keseruan petualangan Dora dkk? Oh iya, Dora tentu akan selalu ditemani keranya, Boots

Isabela Moner mampu membawa Dora versi animasi ke versi liv e action dengan sangat apik. Dia mampu memerankan perannya sebagai anak hutan yang terlihat urakan ketika di kota. Dora membawa peralatan cangkul, dinamit, bahkan telepon satelit bukannya smartphone. Sampai kegemarannya Dora yang bernyanyi ditampilkan secara detail lewat versi live action. Hal-hal konyol dan tidak berlebihan mampu diperankan oleh Moner. Dia berhasil menghidupkan karakter Dora. Naskah dan plot sangat jelas.

Tak hanya Moner, tapi interaksi antar karaker terjalin baik. Ada plot-plot yang ngambang tapi terabaikan oleh kekonyolan tingkah Dora. Dan jangan lupa, akan selalu ada aksi menggemaskan si Boots dan Sweeper yang lumayan berhasil animasi tiga dimensinya.

Film ini sasarannya adalah keluarga. Sehingga, tontonan ini layak untuk ditonton bersama keluarga di bioskop, mulai tayang tanggal 9 Agustus 2019 lalu.