Home news Strategi Pemasaran Digital UMKM di Era Digital dan Penerapannya

Strategi Pemasaran Digital UMKM di Era Digital dan Penerapannya

12
0
Strategi pemasaran digital UMKM

Strategi pemasaran digital UMKM, Pengertian standar UMKM bisa engkau temukan pada Undang-undang No.20 Tahun 2008 mengenai UMKM. UU tadi mendefinisikan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, & Menengah) sebagai perusahaan mini yg dimiliki & dikelola sang seorang atau grup menggunakan jumlah kekayaan & pendapatan tertentu.

“Bagaimana pembagian pendapatan yg dimaksud?” Nah, pada bawah ini masih ada tabel yg mengungkapkan disparitas UMKM dari aspek-aspeknya masih dari UU No.20 Tahun 2008:

Strategi pemasaran digital UMKM

Tahukah Anda berapa jumlah UKM di Indonesia pada pertengahan tahun 2021? Menurut Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, saat ini terdapat 64,2 juta UKM! Dari jumlah tersebut, UKM menyumbang 61,07 persen dari PDB negara atau Rp 8.573,89 triliun.

Strategi pemasaran UMKM di era digital

Sementara itu, 12 juta dari 64,2 juta UKM telah beralih ke ekosistem keuangan digital. Pemerintah melihat peluang ini dan menyelenggarakan program digitalisasi UMKM. Dengan program ini, penggunaan perangkat digital bertujuan untuk menjangkau seluruh UMKM di Indonesia.

Jangan salah, pemerintah nir main-main mendorong UMKM buat go digital. Pasalnya dalam tahun 2024 ditargetkan sebesar 30 juta UMKM masuk pada acara tadi. Hal tadi lantaran perkembangan era digital yg semakin pesat & satu-satunya cara buat melaluinya merupakan menggunakan mengajak semua pelaku UMKM mulai menjalankan usahanya secara digital.

Supaya lebih siap memasuki ekosistem ekonomi digital, ini dia masih ada beberapa taktik pemasaran UMKM pada era digital:

Berikut beberapa Strategi Pemasaran UMKM di Era Digital:

Strategi pemasaran digital UMKM

1. Influencer atau KOL (Key Opinion Leaders)

Strategi pemasaran menggunakan menyewa jasa influencer atau KOL merupakan galat satu tren yg sangat digemari pada era digital. Apalagi jibila bukan lantaran impak sosok influencer itu sendiri & bagaimana kreativitasnya buat mempromosikan suatu produk/jasa. Tapi tahukah engkau ternyata influencer & KOL berbeda?

Influencer

Influencer adalah seorang yg mempunyai pendapat atau bunyi yg sebagai kekuatannya buat membicarakan sesuatu. Influencer dievaluasi berdasarkan seberapa akbar imbas yg diciptakan pada followers. Dalam marketing, suatu produk/jasa yg diiklankan menerima perhatian luas sang pengguna sosial media. Tidak sporadis produk/jasa tadi jua dipakai buat menambah kepercayaan.

Key Opinion Leader (KOL)

KOL adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dan aktif menggunakan jejaring sosial untuk menyampaikan pandangannya terhadap suatu isu. Karena keahlian dan kompetensi di bidang tertentu, pendapat KOL lebih bisa diandalkan. Penggunaan KOL akan lebih dipercaya oleh masyarakat jika produk/jasa Anda sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.

Strategi influencer marketing atau KOL memiliki beberapa keunggulan, yaitu brand awareness bawaan yang tinggi dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Namun, apa yang perlu Anda perhatikan dalam strategi pemasaran influencer atau KOL seringkali memiliki biaya tertentu tergantung audiensnya. Proses pemilihan influencer atau KOL juga harus diperhatikan agar tidak salah sasaran.

Untuk menggunakan jasa influencer atau KOL, Anda bisa mengirimkan proposal atau permintaan kerjasama ke alamat email mereka. Biasanya para influencer atau KOL mencantumkan alamat email profesional yang disertakan dalam profil/profil media sosial mereka.

Baca Juga: Cara Usaha Apotek Online yang Cocok Untuk Pemula

2. Beriklan di Jejaring Sosial

Seiring berkembangnya tren, media sosial tidak lagi hanya digunakan untuk memposting gambar produk/jasa Anda, lho. Media sosial juga merupakan tempat di mana Anda dapat beriklan dan terhubung langsung dengan website pasar/bisnis Anda. Metode ini dengan iklan media sosial.

Iklan sosial memungkinkan Anda untuk “menangkap bola” dengan menangkap pengguna media sosial yang tidak terbiasa atau akrab dengan bisnis Anda. Tidak semua orang dapat langsung menemukan akun bisnis Anda secara organik.

Di sisi lain, media sosial seperti Instagram dan Facebook secara acak menampilkan postingan dari akun bisnis Anda. Jadi, iklan media sosial membantu bisnis Anda dilihat lebih dari sekali dan muncul di akun orang-orang dengan algoritme penelusuran yang sama dengan jenis bisnis Anda.

anda ingin tahu lebih dalam tentang cara strategi pemasaran berbagai produk yang gampang untuk ditiru disemua kalangan customer.

Untuk Memasang Iklan di Instagram dan Facebook:

  • Buka preferensi fitur Pengelola Iklan Facebook
  • Pilih fitur “Buat iklan terintegrasi”.
  • Pilih “Jenis iklan”.
  • Tuliskan nama iklan dan promosi yang akan Anda buat
  • Tentukan tujuan pemasaran Anda
  • Tentukan penempatan iklan dan jadwal pengiriman berdasarkan pilihan Anda
  • Masuk dengan akun Instagram profesional Anda
  • Pilih format iklan dan buat teks iklan (caption).
  • Dapatkan gambar/gambar produk/jasa dan link pemesanan di marketplace atau website perusahaan Anda
  • Lakukan pembayaran. Pembayaran dimungkinkan menggunakan PayPal, kartu kredit, dan transfer bank.

Merancang strategi pemasaran membutuhkan analisis mendalam dan harus mengikuti tren yang ada. Sudah saatnya kita para pelaku UMKM disini menjadi digital savvy dan mulai memasuki Industri 4.0 agar bisnis kita bisa bertahan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda mencapai strategi pemasaran digital Anda.