Home Kesehatan Ranjang Pasien Elektrik Ranjangnya Orang Berduit, Benarkah?

Ranjang Pasien Elektrik Ranjangnya Orang Berduit, Benarkah?

11
0
bed rumah sakit

Tidak semua pasien bisa merasakan nyamannya ranjang pasien elektrik.

Artikel 

bed rumah sakit

Ketika melakukan perawatan medis di rumah sakit dengan penyakit yang agak serius, anda tentu diminta untuk melakukan rawat inap. Pertimbangannya tentu selain mudah mendapatkan tindakan medis sewaktu-waktu, rawat inap dimaksudkan untuk menjamin bahwa pasien benar-benar beristirahat. Namun kenyataannya, aura rumah sakit justru tidak membuat pasien bisa beristirahat dengan nyaman. Untuk menjamin kenyamanan dalam proses penyembuhan inilah tidak sedikit orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapat ruang dengan kelas yang menawarkan kenyamanan seperti di rumah sendiri.

Pernahkah anda mengamati ranjang yang anda tempati di rumah sakit saat terpaksa menginap? Ranjang rumah sakit memiliki desain yang berbeda dengan tempat tidur biasa. Ada beberapa spesifikasi yang dimaksudkan untuk mempermudah petugas medis dalam melakukan perawatan pasien tanpa mengganggu kondisi pasien. Spesifikasi yang paling anda sadari mungkin kemampuan tempat tidur untuk merubah posisi pasien tanpa mengganggu pasien. Ada beberapa tipe ranjang pasien, mulai dari ranjang manual hingga elektrik. Apa bedanya? Ranjang manual dilengkapi dengan tuas. Anda perlu mengengkol untuk merubah posisi pasien. Sedangkan pada ranjang pasien elektrik, anda cukup menekan remote control untuk merubah posisi.

Jika dilihat dari fungsinya, baik ranjang manual maupun elektrik memiliki fungsi yang sama. Perbedaannya hanya pada cara pengoperasiannya saja. Ranjang manual membutuhkan usaha lebih, adakalanya tuas agak berkarat sehingga butuh dua orang untuk mengengkol agar ranjang mau bergerak. Menggunakan penghantar listrik, tipe elektrik bisa merubah posisi secara otomatis. Lebih praktis dan lebih mudah. Namun ranjang tipe ini tidak ditemui di semua kelas ruang inap. Hanya pasien di kelas VIP dan VVIP saja yang bisa menikmati kenyamanan ranjang elektrik. Hal itu tentu bukan hal yang aneh, mengingat harga beli ranjang elektrik memang lebih mahal daripada ranjang manual.

Selain teknologi yang modern, ranjang elektrik dilengkapi dengan beberapa feature tambahan untuk menjamin kenyamanan pasien. Dikutip dari https://paramount.co.id/ID/  PT Paramount Bed Indonesia, sebuah perusahaan yang memproduksi  ranjang rumah sakit dan peralatan rumah sakit dengan teknologi canggih, menyediakan dua model ranjang pasien elektrik berkualitas. Selain menyediakan ranjang pasien yang canggih, Paramount Bed Indonesia juga menyediakan produk home care yang dapat anda gunakan untuk memantau kesehatan anda sekeluarga. Quality PlusTM adalah ranjang elektrik yang tidak hanya modern, namun juga menjamin keamanan dan kenyamanan pasien. dilengkapi dengan jeruji samping yang panjangnya bisa disesuaikan dengan kondisi pasien dan teknologi flexi grip yang menjamin keamanan pasien saat mencoba berdiri. Tipe ini memiliki tinggi 350 mm, tinggi yang pas untuk mengurangi resiko pasien terjatuh dari tempat tidur. Ranjang tipe ini juga dilengkapi dengan dua jenis remote control yang bisa mengatur posisi pasien mulai dari Hi-Lo, menaikkan punggung,menaikkan kaki hingga posisi saat dilakukan tindakan CPR.

Selain Quality Plus TM , PT PBI juga memproduksi ranjang electric tipe 3 Motor Electric Bed. Ranjang tipe ini memiliki tinggi 290mm yang memudahkan pasien bertubuh kecil saat mencoba berdiri. Memiliki manual dual side CPR level yang terletak pada kepala ranjang untuk memudahkan pelaksanaan tindakan jika diperlukan. Selain itu tipe ini juga dilengkapi dengan teknologi auto lock system, easy grip dan remote control untuk merubah posisi pasien dari Hi-Lo, menegakkan punggung dan menaikkan kaki.

Dengan teknologi dan feature yang lebih canggih, bukan hal yang aneh jika ranjang pasien elektrik memiliki harga yang lebih mahal dan pada praktiknya ditempatkan di ruang rawat VIP. Meskipun begitu, seperti yang sudah dijelaskan, perbedaan antara dua ranjang ini hanya terletak pada pengoperasiannya saja. Hal tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan kesembuhan pasien. Jadi, ranjang apapun yang anda dapat di rumah sakit tidak masalah bukan?