Home bisnis Perbedaan Blog dan Website

Perbedaan Blog dan Website

110
0
perbedaan blog dan website

Anda mungkin masih bingung dengan perbedaan blog dan website. Sekilas memang terlihat mirip, namun pengertian blog dan website sebenarnya berbeda. Jadi, tujuan yang bisa dicapai dengan masing masing platform pun juga berbeda.

Pertama-tama, kita akan membahas sedikit tentang apa itu blog dan apa itu website.

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman web yang berada pada satu domain tertentu dan bisa diakses melalui internet. Contohnya Google, Facebook, Twitter, dan lain lain.

Apa Itu Blog?

Blog adalah media online yang berisi tentang konten berupa artikel, video, dan foto yang difokuskan ke satu bidang tertentu. Bisa gaya hidup, finansial, teknologi, dan sebagainya. Pada umumnya, konten blog diupdate secara berkala.

Seperti yang diketahui, blog memang salah satu jenis website. Tetapi beda antara blog dan website adalah tujuan blog lebih spesifik.

Perbedaan Blog dan Website

perbedaan blog dan website

Jadi, apa perbedaan antara blog dan website?

1. Tujuan Pengelola Platform

Mengapa seseorang membuat blog?

secara umum, orang membuat blog untuk :

  1.  Menjangkau target audiens relevan. Misalnya, sesuai dengan niche atau topik blog, demografi, dan lain lain.
  2.  Menjarng trafik dengan menerapkan Search Engine Optimization (SEO)
  3. Mendapatkan lead yang berkualitas.

Contoh Contoh penggunaan blog misalnya :

  • Blog pribadi : menuangkan opini personal tentang suatu topik
  • Blog bisnis : memberikan info mendetail tentang produk atau layanan yang ditawarkan. Bisa berupa tutorial, user, story , dan lain lain.
  • Blog Berita/informasi : membagikan informasi terbaru tentang produk atau berita hangat.
  • SEO : mendongktak ranking situs supaya menjadi bagian teratas SERP.
  • Interaksi : menjalin koneksi dengan pengunjung/ pembaca blog.

Anda juga bisa membaca : Apa itu Blog, Bagaimana Strukturnya, Apa Fungsi dan Manfaatnya?

Mengapa seseorang membuat website?

Berbeda dengan blog, fungsi website bukan untuk berkomunikasi bersama audiens. Melainkan meningkatkan kepercayaan terhadap calon pelanggan. Caranya dengan :

  1. Memperluas brand awareness dengan menjaring trafik organik.
  2. Melakukan strategi digital marketing untuk meningkatkan keberhasilan bisnis.
  3. Menyediakan informasi lengkap seputar bisnis. Mulai dari halaman profil perusahaan, katalog, dan lain lain.

Contoh penerapan website :

  • Branding
  • Bisnis
  • Promosi

Bisa disimpulkan bahwa website cocok untuk mengejar branding dan transaksi, sementara blog mampu menjangkau audiens dengan lebih komunikatif.

2. Isi Konten

Beda antara website dan blog selanjutnya adalah topik dan tujuan konten.

Blog biasanya berisi konten yang relevan bagi pembaca. Bentuknya bisa macam macam, tergantung niche dan siapa pemiliknya.

Sementara, konten website umumnya berisi informasi yang lebih spesifik tentang produk atau layanan perusahaan.

3. Arah Komunikasi

Arah komunikasi juga menjadi salah satu perbedaan blog dan website. Blog cenderung lebih interaktif, sedangkan website bersifat satu arah saja.

Dalam blog, pengunjung bisa meninggalkan komentar di setiap konten. Pembuat blog juga bisa membalasnya, begitupun orang lain. Artinya, ruang diskusi blog sangat luas.

Sedangkan website. Sebagian besar website memilih menyediakan form kontak, live chat, atau langsung mengarahkan pengunjung ke media sosial atau nomor tertentu.

4. Gaya Bahasa

Perbedaan yang sering ditemui adalah gaya bahasa. Blog seringkali menggunakan bahasa yang lebih santai, karena tujuannya memang untuk berkomunikasi dengan audiens. Jadi isi kontennya mudah dinikmati dan dipahami.

Berbeda dengan website yang lebih profesional dan formal. Alasannya, target audiens mereka lebih umum. Oleh sebab itu, bahasanya dibuat lebih formal dan to the point agar pesan lebih mudah tersampaikan.

5. Intensitas Rilis dan Update Konten

Karena blog lebih terfokus pada konten, intensitas updatenya pun lebih sering. Sedangkan untuk website, website lebih cenderung jarang merilis dan mengupdate konten. Hanya saat dibutuhkan saja, misalnya ada perubahan informasi produk atau layanan.