Home news Metode Sablon Manual Teknik, Kelebihan, Dan Kekurangan

Metode Sablon Manual Teknik, Kelebihan, Dan Kekurangan

93
0
Metode Sablon Manual

Metode sablon manual adalah salah satu cara untuk mencetak gambar atau tulisan di atas kain dengan menggunakan layar sebagai alat penyaring tinta.

Layar ini terbuat dari kain kasa yang dipasang pada bingkai kayu atau aluminium. Layar ini memiliki pola yang sesuai dengan desain sablon yang diinginkan. Tinta akan melewati bagian layar yang terbuka dan tertahan oleh bagian layar yang tertutup oleh obat afdruk.

Teknik sablon manual sudah ada sejak lama dan berkembang di berbagai negara.Tiongkok, teknik ini dikenal sebagai shu yìn huà (水印画), yaitu cetak gambar dengan udara.

Di Jepang, teknik ini dikenal sebagai katazome (型染め), yaitu cetak kain dengan menggunakan cetakan dari bahan lilin atau tanah liat. Eropa, teknik ini dikenal sebagai serigrafi atau silkscreen printing, yaitu cetak gambar dengan menggunakan layar sutra.

Pembuatan Sablon Manual 

1. Membuat Desain Sablon

Desain sablon bisa dibuat dengan menggunakan komputer atau dengan menggambar langsung di atas kertas transparan. Desain sablon harus sesuai dengan ukuran layar dan media sablon yang akan digunakan.

2. Membuat Sablon Film

Sablon film adalah hasil cetakan desain sablon di atas kertas transparan. Sablon film ini nantinya akan digunakan untuk membuat pola di layar.

3. Membuat Pola Di Layar

Pola di layar dibuat dengan menggunakan obat afdruk, yaitu zat kimia yang berfungsi untuk menghalangi tinta melewati bagian layar yang tidak ingin dicetak. Obat afdruk ini dioleskan ke seluruh permukaan layar dengan menggunakan coater, yaitu alat semacam spatula.

Setelah itu, sablon film diletakkan di atas layar dan diberi tekanan agar menempel rapat. Kemudian, layar diberi sinar UV selama beberapa menit agar obat afdruk membentuk dan membentuk pola sesuai dengan sablon film.

4. Membersihkan Layar

Setelah obat afdruk menggunkan, sablon film dilepas dan layar dicuci dengan aliran udara untuk membersihkan sisa-sisa obat afdruk yang tidak menggunkan.

Hasilnya, bagian layar yang terkena sablon film akan tertutup oleh obat afdruk dan tidak bisa dilewati oleh tinta, sedangkan bagian lainnya akan tetap terbuka dan bisa dilewati oleh tinta.

5. Menyiapkan Media Sablon

Media sablon adalah bahan kain yang akan disablon, seperti kaos, tas, jaket, dan lain sebagainya. Media sablon harus bersih dan rata agar hasil sablon tidak berantakan.Sablon ini diletakkan di atas meja sablon yang sudah dilapisi oleh lem kain agar tidak bergeser saat disablon.

6. Menyablon Media Sablon

Layar yang sudah memiliki pola diletakkan di atas media sablon dan diratakan agar tidak ada udara yang terjebak di antara keduanya. Tinta disiapkan dalam wadah yang disebut inkwell dan dipilih sesuai dengan warna desain sablon.

Rakel digunakan untuk menyablonkan tinta ke media sablon dengan cara menggerakkannya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan di atas layar. Tinta akan melewati bagian layar yang terbuka dan mencetak gambar atau tulisan di media sablon sesuai dengan pola di layar.

7. Mengeringkan Media Sablon

Setelah menyablon media sablon, tinta harus dikeringkan agar tidak luntur atau pudar saat dicuci. Tinta bisa dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering, setrika, atau sinar matahari. Lama pengeringan tergantung pada jenis tinta yang digunakan.

Ingin memiliki kaos dengan desain unik dan kreatif? Datang saja ke Jogja Sablon, tempat sablon kaos terbaik di Jogja. Kami melayani sablon kaos dengan berbagai macam metode, seperti manual, digital, DTG, polyflex, dan transfer paper.

Kami juga menjamin kualitas kaos dan tinta yang kami gunakan. Harga kami terjangkau dan prosesnya cepat. Pesan sekarang juga dan dapatkan diskon menarik dari kami.

Metode Sablon Manual

Metode Sablon Manual

Kelebihan

  • Biaya produksi relatif murah dan hemat bahan.
  • Hasil sablon lebih tahan lama dan tidak mudah pecah atau retak.
  • Dapat mencetak desain dengan warna yang cerah dan kontras.
  • Dapat mencetak desain dengan ukuran yang besar dan detail yang halus.
  • Dapat mencetak desain dengan berbagai macam efek, seperti gradasi, bayangan, tekstur, dan sebagainya.

Kekurangan

  • Proses produksi relatif lama dan rumit.
  • Membutuhkan keterampilan dan ketelitian yang tinggi.
  • Sulit untuk mencetak desain dengan banyak warna atau warna yang berbeda-beda di setiap media sablon.
  • Sulit untuk mencetak desain yang sama tetap di setiap media sablon karena adanya faktor human error.
  • Membutuhkan ruang kerja yang luas dan bersih.