Bahan Sablon Plastisol

bahan sablon plastisol

Bahan sablon plastisol ialah salah satu jenis tinta yang cukup unik, dan sulit untuk dapat disamai dengan jenis tinta lainnya. Plastisol mengandung bahan penyusun yang cukup rumit. Bahan tersebut terdiri atas PVC alias poly vinyl chloride yang dicampur dengan plasticizer. Tinta tekstil tersebut cukup istimewa, yang dapat dilihat dari hasil akhirnya. Dengan semua keunggulan yang ada, tinta plastisol kerap dipilih sebagai opsi tinta sablon oleh banyak orang.

Kelebihan Tinta Plastisol Untuk Sablon Baju

Mudah

Tinta plastisol ialah jenis tinta sablon yang dapat digunakan untuk metode sablon wet on wet. Teknik tersebut bertujuan untuk menghemat waktu produksi. Sesampai, tidak perlu menunggu warna lain kering untuk menambahkan warna lainnya. Penggunaan teknik tersebut membuat pengerjaan lebih mudah. Metode wet on wet tersebut juga memberikan hasil sablon baju yang lebih cerah dibandingkan dengan metode dry on dry, atau membiarkan satu warna kering terlebih dahulu sebelum menambahkan warna lain. Perlu diingat, metode wet on wet hanya dapat diterapkan untuk jenis desain separasi. Karena, untuk desain jenis vektor, terdapat kemungkinan tinta akan menempel pterdapat film sablon saat akan menggunakan warna lainnya.

Lebih lengkapnya baca juga sablon kaos jogja

Daya tahan

Sablon plastisol memjugayai ketahanan yang tinggi dibandingkan dengan tinta sablon jenis lainnya. Plastisol mampu menempel kuat terdapat kain. Dengan sering dicuci, tetapi hasil sablon menggunakan tinta plastisol tidak akan mudah memudar atau rusak. Daya tahan plastisol tersebut didapatkan dari bahan PVC yang dicampur dengan plastik. Tersebut masalahnya, berbagai kondisi air relatif tidak akan memengaruhi kualitas desain yang dicetak menggunakan tinta plastisol.

Akurat

Tinta sablon jenis plastisol yang mempunyai basis minyak dapat memberikan hasil cetak yang lebih rapat, dengan efek warna yang lebih cerah serta mengkilap. Begitu akuratnya bahan plastisol, sesampai menjadi pilihan utama saat desain yang ingin dicetak menggunakan grterdapatsi warna. Tinta plastisol juga mempunyai ragam warna yang cukup banyak. Mulai dari transparan, sampai pilihan warna gelap juga tersedia. Selanjutnya selain itu, warna warna yang tersedia juga telah siap digunakan tanpa perlu melakukan pencampuran warna. Hasil cetak menggunakan plastisol cukup sesuai dengan desainnya. Apa juga teknik sablonnya, baik separasi atau simulasi warna, hasil cetak tinta plastisol dijamin sesuai aslinya. Terutama untuk desain yang mengutamakan kilau, seperti warna emas maujuga perak.

Praktis

Seperti telah disebutkan di atas, tinta plastisol dapat langsung digunakan setelah kemasannya dibuka. Itu berarti tak perlu menambahkan bahan lain. Saat selesai menyablon dan ternyata masih terdapat sisa tinta, maka tinggal tutup rapat saja wterdapathnya. Pterdapat bagian film sablon juga, bekas tinta yang dipakai tidak akan menggumpal atau membuat pori pori film menjadi tersumbat.Tinta plastisol tergolong jenis tinta yang cukup sulit kering. Sesampai, tinta yang tidak terpakai tidak akan terbuang. Dapat disimpan untuk kebutuhan sablon di hari hari berikutnya. Dengan demikian, dapat dikatakan jika plastisol tergolong jenis tinta yang mtersebutm limbah, karena dapat dipakai sampai benar benar habis.

Premium

Pakaian yang mengalami proses sablon menggunakan tinta plastisol akan memiliki penampilan yang lebih eksklusif atau premium. Karena paduan warna yang cerah, hasil cetak yang lebih akurat, dan tentu saja mtersebutm retak pterdapat hasil sablonnya. Tentunya, akan membuat siapajuga yang mengenakan kaos dengan sablon plastisol lebih merasa percaya diri.

Kekurangan Sablon Plastisol

Kualitas kaos

Bahan plastisol ialah jenis termoplastik. Artinya, ia cukup sensitif terhterdapatp suhu panas. Sesampai, tinta plastisol tidak dapat diaplikasikan ke semua jenis bahan kaos. Hanya bahan dengan daya tahan terhadap panas yang tinggi yang dapat menggunakan tinta plastisol. Karena, jika bahan kaos cenderung menyimpan panas, maka hasil sablon juga akan cepat berkerut.

Perawatan sulit

Agar kaos sablon plastisol dapat bertahan lama, Anda perlu memperlakukannya dengan ekstra hati hati. Tinta plastisol cukup rentan dengan suhu panas. Sesampai, Anda cukup tidak disarankan untuk mencuci kaos dengan tinta sablon jenis plastisol menggunakan air hangat. Lebih baik menggunakan air dingin. Setelah kaos kering, proses setrika juga perlu dilakukan dengan cukup hati hati. Lebih baik untuk menyetrika kaos dari sisi bagian dalam atau menggunakan kain pelapis, agar panas setrika tidak langsung mengenai bagian sablon. Sebab, panas dari setrika dapat membuat desain tersebut retak, rusak, sampai meleleh. Tersebut masalahnya, sebagian besar penggemar kaos sablon dengan tinta plastisol lebih memilih untuk tidak menyetrika kaos mereka sama sekali.

Harga lebih mahal

Kaos yang menggunakan sablon tinta plastisol biasanya memiliki harga yang lebih mahal. Karena itulah, hanya merek atau kaos premium yang lebih sering memilih menggunakan plastisol untuk sablonnya. Penyebab mahalnya kaos plastisol ialah karena harga tinta plastisolnya sendiri cukup mahal. Tetapi, dengan menilik kelebihannya, rasanya wajar jika bahan plastisol lebih mahal.

Proses kerja lama

Di bagian awal, telah dijelaskan bahwa tinta plastisol susah kering. Dari sisi efisiensi itulah hal baik, karena bahan tidak akan terbuang. Tetapi, hal itu menjadi hal negatif saat berbicara tentang proses pengerjaannya. Karena sulit kering, maka dibutuhkan waktu yang lama sesampai hasil sablon dapat menempel sempurna pterdapat bahan kaos. Tak jarang, dibutuhkan alat pengering khusus agar proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat. Ditambah lagi, alat pengering tersebut membutuhkan energi listrik besar. Bagi produsen kaos, penggunaan mesin pengering tentunya menjadi biaya tambahan untuk produksi, yang pterdapat akhirnya memengaruhi harga kaos saat dijual.

Mengandung limbah berbahaya

Bahan plastisol mengandung PVC dan serat plastik. Tersebut masalhnya mengapa bahan plastisol tergolong jenis limbah yang berbahaya. Sebab, akan membutuhkan waku yang amat cukup lama agar bahan plastisol dapat terurai di alam. Itu sebabnya, cukup disarankan untuk menggunakan bahan sablon plastisol sampai benar benar habis. Untuk memastikan tinta plastisol digunakan sampai habis, maka hindari pembuatan kaos plastisol dengan jumlah yang terbatas. Setidaknya, perlu diperhitungkan jumlah kaos yang akan disablon supaya dapat memaksimalkan penggunaan tinta plastisol.

Perbedaan Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase – Sablon Plastisol saat ini telah menjadi salah satu jenis sablon yang sangat diminati di pasaran, yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan penjualan tinta Plastisol bagi para penyedia perlengkapan sablon.

Meskipun demikian, masih ada sebagian orang yang belum sepenuhnya memahami perbedaan antara sablon yang menggunakan tinta Plastisol dengan tinta Waterbased, yang juga dikenal sebagai tinta rubber.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami karakteristik masing-masing jenis tinta ini serta bagaimana penggunaannya dapat memengaruhi hasil akhir dalam proses sablon. Dalam rangkuman ini, kami akan memberikan penjelasan singkat tentang perbedaan keduanya.

Perbedaan Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

1. Bahan Dasar

Plastisol adalah jenis tinta yang terbuat dari PVC (Polyvinyl Chloride), yang sering disebut sebagai minyak ringan atau “plastic solvent” oleh beberapa orang. Karena berbahan dasar minyak ringan, tinta Plastisol memiliki konsistensi yang lebih padat dibandingkan dengan tinta Waterbased. Jasa sablon kaos Jogja juga merupakan layanan yang tersedia untuk membantu Anda dalam mencetak kaos dengan berbagai jenis tinta sablon.

Tinta Waterbased, sesuai dengan namanya, berbahan dasar air. Oleh karena itu, tinta Waterbased memiliki konsistensi yang lebih mudah digerakkan. Namun, pada beberapa produk tertentu, tinta Waterbased dapat mengering dengan cepat, sehingga untuk penggunaan pada mesin, diperlukan tinta Waterbased khusus yang mengering lebih lambat agar tidak menyumbat layar cetak

2. Penggunaan

Tinta Plastisol cocok digunakan pada berbagai jenis pakaian yang terbuat dari katun dan tahan panas. Ini karena tinta Plastisol menghasilkan cetakan yang sangat halus ketika diberikan finishing dengan pemanasan pada suhu sekitar 150 derajat Celsius. Proses finishing ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Tinta Waterbased (Rubber) biasanya digunakan pada bahan yang memiliki kemampuan menyerap air dengan baik, serta pada pakaian yang elastis seperti polyester, poly-spandex, CVC, katun, dan katun-spandex. Oleh karena itu, tinta Waterbased merupakan pilihan yang sesuai untuk mencetak kaos, sweater, topi, dan bahkan pakaian renang.

3. Hasil Cetak

Plastisol menawarkan hasil cetakan yang memiliki daya tutup yang sangat baik, bahkan ketika digunakan untuk mencetak pada kain berwarna gelap. Cetakan yang dihasilkan memiliki kesan semi-glossy atau sedikit berkilau, bukan matte/doff. Tinta Plastisol juga mampu memberikan hasil yang optimal untuk desain-desain raster dengan tingkat kehalusan yang tinggi. Jasa sablon kaos Jogja juga tersedia untuk membantu Anda dalam proses mencetak kaos dengan menggunakan tinta Plastisol atau jenis tinta sablon lainnya.Top of Form

Sementara itu, tinta Rubber dapat dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menghasilkan cetakan yang lentur dan elastis. Dan dalam hal daya tutup, tinta Rubber setara dengan Plastisol. Bahkan, tinta Rubber sering digunakan untuk desain-desain blok yang membutuhkan daya tutup dan ketebalan yang baik. Hasil cetakan dengan tinta Rubber memberikan kesan yang cerah, lembut, dan semi-glossy.

Kesimpulan

Kesimpulannya, Plastisol dan Rubber adalah dua jenis tinta sablon yang memiliki karakteristik yang berbeda, namun keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Plastisol memiliki daya tutup yang baik, bahkan saat digunakan untuk mencetak pada kain berwarna gelap. Hasil cetakannya memiliki tampilan semi-glossy atau sedikit berkilau, bukan matte/doff, dan sangat cocok untuk desain-desain raster dengan tingkat kehalusan tinggi.

Sementara itu, Rubber dikenal sebagai tinta yang menghasilkan cetakan lentur dan elastis. Dalam hal daya tutup, tinta Rubber setara dengan Plastisol, bahkan sering digunakan untuk desain blok yang memerlukan daya tutup dan ketebalan yang baik. Hasil cetakan dengan tinta Rubber memberikan kesan yang cerah, lembut, dan semi-glossy.

Pemilihan jenis tinta tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda dalam mencetak, serta jenis bahan yang akan digunakan. Baik Plastisol maupun Rubber memiliki karakteristik unik yang dapat menghasilkan hasil cetakan yang berkualitas sesuai dengan keperluan Anda.