Home news Cara Usaha Jual Beli Sawit

Cara Usaha Jual Beli Sawit

16
0
Cara Usaha Jual Beli Sawit

Cara usaha jual beli sawit di Indonesia sangat besar dan menggiurkan, namun tentu ada beberapa risiko yang harus kamu pahami. Manfaat kelapa sawit jika dilihat dari segi aspek ekonomi disimpulkan menjadi salah satu sumber devisa terbesar dan tentunya juga dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Kelapa sawit bisa menjadi salah satu pilihan bisnis yang tepat bagi pemula maupun profesional. Diketahui, bahwa peluang keuntungan dari industri sawit bisa tembus sampai tiga kali lipat. Tentu hal ini sejalur dengan permintaan global akan sawit dan peran Indonesia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia.

Cara Usaha Jual Beli Sawit

Cara Usaha Jual Beli Sawit

Seiring dengan kenaikan harga pokok bahan baku kelapa sawit, daya tarik masyarakat terhadap sektor tanaman sawit ini semakin meningkat, terlebih lagi sektor ekonomi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perdagangan kelapa sawit, dan menambah lapangan kerja baru. Penjelasan Sebagai Berikut.

1. Keuntngan Laba Tembus Tiga Kali Lipat

Perlu kamu ketahui, keuntungan dari perdagangan sawit sangatlah tinggi, rata-rata biaya produksi sawit sampai Rp500 per kg, sedangkan dari nilai jual TBS (Tandan Buah Segar) antara Rp1.597 per kg. Nilai keuntungan yang ditawarkan ini adalah Rp1.500 per kg, berlaku. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perolehan keuntungan perusahaan ini akan mencapai tiga kali lipat dan bahkan lebih jika harga TBS naik.

2. Modal Investasinya Cepat Balik, Cara Usaha Jual Beli Sawit

Anggaran yang akan dibutuhkan untuk membuka lahan kelapa sawit sekitar Rp30 juta per hektar. Biaya tersebut belum sampai termasuk biaya penanaman dan pemeliharaan kelapa sawit. Selama masa tanam sawit belum menghasilkan, investor diharuskan menyediakan dana bersih yang cukup. Namun, semua biaya ini akan mulai kembali saat tanaman sudah dewasa dan dapat dipanen. Secara umum, modal investasi ini akan kembali 4 tahun sesudah panen pertama. Kabar baiknya, kelapa sawit umumnya akan terus menerus menghasilkan TBS selama 25 tahun ke depan.

3. Rentang Harganya Besifat Stabil

Jika diperhatikan harga minyak sawit, trennya malah cenderung stabil sejak 2011. Dari Rp1.300 per kg, kemudian Rp1.600 per kg dan Rp1.395 per kg. Minyak sawit di pasar global diketahui dapat bersaing sangat ketat dengan minyak kedelai di pasar dunia, namun kamu tidak perlu terlalu khawatir karena tingkat produktivitas dari kedelai masih rendah.

4. Semuanya Dilakukan oleh Pekerja

Kamu sebagai pemilik perkebunan kelapa sawit, kamu tidak perlu khawatir untuk mengurus sendiri lahan tersebut, karena keuntungan yang kamu peroleh dari lahan tersebut akan lebih dari cukup untuk membiayai para pekerja. Jadi bisa dibilang bisnis kelapa sawit ini akan menjadi passive income, dimana kamu akan selalu memperoleh penghasilan tanpa harus berjuang untuk mengelolanya.

5. Harga Kebun Sawit Selalu Naik

Selain menghasilkan produk dari lahan kelapa sawit milik sendiri, berbisnis di sektor ini juga bisa melakukan dengan jual beli lahan, memang harga lahan kelapa sawit selalu terus meningkat cukup signifikan setiap tahunnya, bahkan jika turun, presentasinya kecil dan jarang terjadi penurunan harga Harga suatu areal kelapa sawit umumnya sangat dipengaruhi dari kualitas pohon kelapa sawit yang tumbuh di sana. (SNP)

Keuntungan yang didapat dari sebuah industri sawit memang menggiurkan. Tapi hampir setiap tahunnya Indonesia menjadi penyebar polusi asap terbesar karena ulah sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena membuka lahan perkebunan sawit ini harus memperhatikan faktor lingkungan. Jika kerusakan lingkungan yang disebabkan karena pembukaan lahan sawit, dipastikan bahwa ada yang salah dengan pengelolaanya. Nah, bagi kamu yang tertarik mengembangkan bisnis ini, Perlu dipertimbangkan lagi, semoga berhasil.