Home news Cara Untuk Melakukan Ternak Kambing

Cara Untuk Melakukan Ternak Kambing

29
0
cara beternak kambing

Menjadi peternak adalah salah satu pekerjaan yang menggiurkan karena penghasilan yang didapatkan bisa sangat tinggi. Usaha peternakan masih menjadi dan akan terus menjadi kegiatan ekonomi sentral karena kebutuhan manusia akan ternak salah satunya kambing. Beternak kambing bisa menjadi pilihan karena pasar yang masih luas dan berikut ini akan di bahas cara beternak kambing.

Sebenarnya melakukan praktik ternak kambing bisa dikatakan gampang-gampang susah tergantung bagaimana perawatan yang diberikan. Kepintaran memilih pakan juga salinitas kandang menjadi faktor yang sangat penting di dalamnya. Berikut ini lebih jauh tentang bagaimana tips efektif cara beternak kambing:

Cara Beternak Kambing

cara beternak kambing

1. Jenis Kambing Ternak

Cara beternak kambing yang pertama adalah dengan memilih kambing yang cocok untuk diternakkan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Setiap jenis kambing ternak memiliki keunikannya tersendiri yang perlu Anda ketahui. Di bawah ini adalah 6 jenis kambing ternak yang populer di Indonesia:

1. Kambing Kacang

Kambing ini memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi sehingga gampang untuk dibudidayakan. Selain itu, kambing kacang tidak gampang sakit dan perawatannya pun mudah. Kambing ini memiliki kepala kecil, bertanduk, telinga tegak, berbulu lurus dan pendek. Tinggi kambing kacang mencapai 56 cm (betina) dan 60-65 cm (jantan). Berat badan kambing kacang dewasa mencapai 25 kg (betina) dan 30 kg (jantan). Pada kambing kacang jantan terdapat bulu yang lebih panjang pada janggut, dan ekor.

2. Kambing Etawa

Kambing Etawa yang menghasilkan daging dan susu hinggal 3 liter per hari ini merupakan jenis kambing yang berasal dari India. Kambing ini besar dan tinggi. Tinggi kambing Etawa sekitar 90 hingga 127 cm. Bobot kambing Etawa mencapai 63 kg (betina) dan 91 kg (jantan). Kambing Etawa memiliki ciri khas yakni dahi dan hidungnya cembung dengan telinga panjang terkulai.

3. Kambing PE

Kambing PE adalah peranakan kambing Etawa dengan kambing kacang. Selain memiliki ukuran seperti Etawa, kambing ini juga memiliki daya reproduksi yang tinggi seperti kambing kacang. Kambing ini memiliki warna bulu kombinasi antara warna putih, cokelat, hitam dan merah. Bobot kambing PE dewasa 63 kilogram (betina) dan 91 kilogram (jantan). Bulunya panjang di daerah ekor, dagu dan paha. Dahi dan hidungnya cembung. Selain sebagai kambing pedaging, kambing ini juga bisa menghasilkan susu hingga 3 liter per hari.

2. Perhatikan Kandang Kambing

Syarat utama yang perlu diperhatikan dalam membangun peternakan kambing adalah pembangunan kandang. Kandang disini berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengawasan kambing yang ketika tidak dibangun dengan baik bisa membahayakan kambing. Salah satu model yang biasa digunakan adalah kandang panggung.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam membangun kandang kambing adalah jarak dari rumah sekitar 10 m, bahan yang kokoh, serta area bukaan yang cukup. Kandang kambing memerlukan pencahayaan yang cukup banyak supaya terbebas dari lembab dan juga mudah dibersihkan. Kandang yang kotor akan membuat kambing rentan sakit.

3. Memilih Bibit untuk Ternak Kambing

Ada beberapa pertimbangan di dalam memilih bibit kambing saat memulai persiapan untuk beternak kambing, yaitu:

1. Tentukan Tujuan Beternak Kambing

Sebelum memilih bibit kambing, tentukan tujuan beternak kambing. Jika Anda bertujuan untuk memperoleh kambing penghasil daging, maka pilihlah jenis kambing yang cepat tumbuh besar seperti kambing Boer. Jika Anda bertujuan untuk mendapatkan susu kambing yang melimpah, maka pilihlah bibit jenis kambing Saneen.

2. Tentukan Risikonya

Jika Anda ingin merawat kambing dengan santai, tanpa ribet, pilihlah jenis kambing yang memiliki daya tahan yang tinggi di lingkungan tropis seperti kambing kacang. Namun, jika Anda berani mengambil resiko lebih demi mendapatkan hasil yang maksimal, maka Anda bisa mencoba memelihara kambing Saneen.

4. Memilih Kambing Berusia 5-6 Bulan untuk Pembesaran

Jika tertarik untuk memilih kambing yang dirawat dengan tujuan dijual untuk keperluan hari raya idul adha, akan lebih baik membeli kambing muda berusia 5-6 bulan. Kambing dengan usia tersebut biasanya sudah terhitung tahan terhadap penyakit dan lebih mudah dipelihara dengan keuntungan 700 ribu hingga 1 juta rupiah.

Membeli kambing untuk keperluan beternak kambing lebih baik dilakukan pada bulan Safar setelah hari raya kurban berlangsung. Ini sangat penting mengingat biasanya pada bulan tersebut harga cenderung lebih rendah. Postur kambing yang dipilih sebisa mungkin memiliki dada lebar, kaki depan yang besar, serta punggung tebal.