Home news Bahan Baku Biji Plastik Serta Klasifikasi Plastik

Bahan Baku Biji Plastik Serta Klasifikasi Plastik

36
0
bahan baku biji plastik

Bahan baku biji plastik tentunya yaitu plastik, plastik dalam arti bisa dari botol plastik, barang yang terbuat dari plastik, dan lainnya. Hampir semua barang yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari terbuat dari plastik seperti diantaranya kemasan makanan, peralatan rumah tangga, botol minuman, serta kantong kresek. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena plastik merupakan bahan yang sangat praktis dan tentunya ekonomis untuk diolah menjadi suatu produk.

Penggunaan plastik dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang substansial. Hanya saja yang tidak dipahami masyarakat luas sampai plastik bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Pasalnya benda tersebut sulit terurai di alam dan pemakaian dalam waktu lama juga berbahaya untuk kesehatan.

Pengertian Plastik

bahan baku biji plastik

Plastik adalah salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melewati tahap polimerisasi. Polimerisasi yaitu suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu proses kimia.

Bahan plastik dapat dibentuk menurut apa yang dibutuhkan ketika terpapar oleh tekanan dan suhu panas. Bentuknya sendiri bermacam-macam mulai dari batangan, balok, serta silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat diolah kembali menjadi kresek, pembungkus makanan, kemasan botol, dan lain sebagainya.

Plastik merupakan bahan yang sangat mudah terbakar, sehingga dapat menyebabkan peluang terjadinya kebakaran. Belum lagi asap yang dihasilkan dari pembakaran plastik tersebut mengandung gas beracun seperti Hidrogen Sianida (HCN) dan Karbon Monoksida (CO) yang berbahaya bagi tubuh. Dampaknya bagi lingkungan yaitu menyebabkan pencemaran udara.

Membuang plastik ke alam bebas juga tidak diperbolehkan, karena sulit terurai oleh mikroorganisme dan mengakibatkan penurunan populasi fauna di tanah. Dampak buruk yang dihasilkan yaitu menurunnya persediaan mineral organik dan anorganik dan juga menghalangi ruang udara, sehingga jasad renik kekurangan oksigen di dalam tanah.

Klasifikasi Plastik

Jenis plastik dapat diklasifikasikan menurut berbagai sudut pandang. Secara umum ada tiga cara mengklasifikasi plastik, pertama yaitu berdasarkan kemampuannya untuk dibentuk kembali atau tidak, berdasarkan kinerjanya, dan terakhir berdasarkan sifatnya ketika didaur ulang kembali.

1. Berdasarkan Kemampuannya Dibentuk Kembali

Jenis plastik menurut bisa atau tidaknya bahan tersebut dibentuk kembali dapat dibagi menjadi dua jenis. Kedua jenis tersebut merupakan plastik yang dapat dibentuk atau biasa juga disebut thermosetting dan plastik yang tidak bisa dibentuk kembali yang dikenal dengan istilah thermoplastik.

  • Thermosetting merupakan plastik yang apabila sudah dibuat dalam bentuk padat, maka plastik tersebut tidak bisa dicairkan kembali pada saat dipanaskan. Dengan sifat itu maka plastik jenis ini tidak bisa untuk didaur ulang kembali. Contohnya yaitu Resin Melamin, Urea-Formaldehida, dan Resin Epoksi.
  • Thermoplastik merupakan plastik yang dapat mencair jika dipanaskan pada suhu tertentu, sehingga memungkinkan apabila ingin dibentuk selaras dengan keinginan. Plastik jenis ini juga sekaligus menjadi jenis yang dapat didaur ulang kembali nantinya. Contohnya yaitu Polietilen (PE), Polikarbonat (PC), dan Polistiren (PS).

2. Berdasarkan Kinerjanya

Jenis plastik menurut kinerjanya dibagi menjadi tiga bagian yaitu plastik teknik, teknik khusus, dan komoditas. Pengklasifikasian jenis ini juga bisa disebut plastik menurut sifat dan ketahanannya.

  • Plastik teknik atau teknis mempunyai kinerja yang tahan panas bahkan sanggup bertahan pada suhu di atas 100 derajat Celcius. Jenis tersebut juga mempunyai sifat mekanik yang bagus sehingga dapat dimanfaatkan sebagai komponen otomotif dan elektronik. Contohnya yaitu PBT, PC, PA, dan POM.
  • Plastik teknik khusus merupakan jenis plastik yang mempunyai ketahanan panas meski berada pada suhu di atas 150 derajat Celcius. Sifat mekanik plastik tersebut sangat bagus sehingga dijadikan sebagai komponen untuk membuat pesawat. Contohnya yaitu antara lain PSF, PAI, PAR, dan PES.
  • Plastik komoditas merupakan jenis plastik yang tidak tahan panas dan mempunyai sifat mekanik yang tidak terlalu baik. Oleh karena itu plastik jenis biasanya digunakan untuk membuat produk sehari-hari seperti pembungkus makanan dan barang elektronik. Contoh dari plastik komoditas yaitu PMMA, PE, PS, ABS, dan SAN.

3. Berdasarkan Kemampuan Daur Ulang

Plastik dapat dikelompokkan menurut kemampuannya untuk didaur ulang. Jenis plastik ini umumnya ditandai dengan kode tertentu yang dibuat oleh American Society of Plastic Industry. Kode tersebut berbentuk segitiga panah dan didalamnya terdapat nomor yang menjadi kode dan resin yang mempunyai informasi tertentu.

  1. PET(Polyethylene terephtalate) dengan kode PET yaitu plastik yang pemakaiannya ditujukan hanya sekali pakai. Contoh plastik jenis tersebut yaitu botol kecap, botol obat, botol air mineral, botol kosmetik, botol jus, dan juga botol minyak goreng.
  2. HDP(High-Density Polyethylene) berkode HDPE yaitu plastik yang aman untuk digunakan, karena mempunyai kemampuan mencegah reaksi kimia. Jenis plastik tersebut sangat cocok untuk digunakan sebagai botol susu cair, botol kosmetik, botol obat, dan juga jerigen pelumas.
  3. PVC kode dari (Plyvinyl Chloride) yaitu plastik yang terbuat dari resin keras dan liat serta mengandung DEHA, sehingga kurang baik digunakan sebagai pembungkus makanan. Contoh penggunaan dari PVC yaitu pipa air, botol pembersih, taplak meja, mainan, dan juga botol sambal.
  4. LDPE(Low-Density Polythylene) yaitu plastik yang dibuat dari minyak bumi serta memiliki resin kuat dan keras. Jenis plastik tersebut dianggap sebagai yang paling bermutu baik dan aman. Contoh dari plastik LDPE yaitu antara lain botol, tas kresek, pembungkus daging beku, dan juga perangkat komputer.
  5. PP(Polypropylene) dan kadang juga Polypropene yaitu plastik yang bersifat keras, lentur, dan tahan terhadap lemak. Jenis plastik tersebut mudah dibentuk ketika ada pada suhu yang sangat panas. Contohnya yaitu barang yang berbahan dasar PP diantaranya sedotan, tutup botol, bungkus margarin, tali, dan pot tanaman.
  6. PS(Plystyrene) juga mudah dibentuk saat ada dalam suhu panas yang tinggi dan mempunyai sifat sangat kaku apabila berada dalam suhu ruangan. Plastik jenis PS umumnya dibuat menjadi nampan, gelas plastik, styrofoam, kotak CD, dan juga mainan anak.
  7. O(Other) yaitu jenis plastik selain dari jenis-jenis yang telah disebutkan diatas. Jenis plastik ini umumnya dibentuk dengan mencampurkan dua atau lebih jenis plastik lainnya. Adapun contoh penggunaan plastik O yaitu suku cadang mobil, galon air, botol susu bayi, peralatan rumah tangga, sikat gigi, dan juga lego.

Bahan Baku Plastik

Secara umum plastik dibentuk dari olahan unsur yang berupa karbon, hidrogen, oksigen, klorin, nitrogen, dan juga belerang. Meskipun demikian ketika pertama kali dibuat plastik sebenarnya berbahan baku bahan-bahan alami seperti getah tumbuhan, sekresi serangga, dan tanduk hewan. Kemudian seiring berjalannya waktu plastik mulai ditambahkan dengan bahan lainnya.

Plastik yang selanjutnya masuk ke dalam proses pembuatan yaitu biji plastik. Biji plastik mempunyai bentuk berupa butiran-butiran bening dengan bahan dasar zat kimia yang disebut Styrin Monomer. Hanya saja biji plastik dari zat tersebut mempunyai harga yang cukup mahal dan harus diimpor dari luar negeri. Oleh karena itu saat ini sudah banyak biji plastik daur ulang.

Itulah pembahasan saya mengenai bahan baku biji plastik. Jika kalian ingin mengetahui lebih lenjut mengenai bahan baku biji plastik serta klasifikasi plastik, kalian juga bisa mengetahui tentang cara memanfaatkan botol aqua bekas yang ada di link ini. Semoga pembahasan yang disampaikan ini dapat berguna serta membantu dan memberikan pengetahuan baru mengenai bahan baku biji plastik.